Author Archive for Febrian Noor Ryendrayana
VecKR magz
Gardu House mempersembahkan
VINYL ATTACK
Saturday, April 17, 2010 at 17.00 – 22.00
Jl.Madrasah, Komp. Departemen Agama no.12
Gandaria Selatan, Fatmawati
Jakarta Selatan
ARTISTS LINE UP:
ARKS, ARTCOHOLIC, TOTER, TUTU ,MASE CREW, PINKGIRLGOWILD, THE POPO, THE RATS (BDG) ,PROPAGRAPHIC, RHARHARHA , STENZILA, FAB FAMILY (BDG), KARMA , ISENG , DARBOTZ ,MEDIA LEGAL, YELLOW DINO (BDG) , PLSCK, K.SEGART, MORDEN, MUTE (BDG) ,LOVE HATE LOVE (YK), SQUAD CORE (YK), ADD17 KAMENGSKI, MNC (SBY) MONSTA JAM (BKS), NTA, SELO, FTB (BDG-JKT), MULO ,CHOCO7 , XAIT , PAY AIR GRAFIX, ERJE, TTC, HAPPY AROGANT, JAH IPUL, UNCLE JOY, NAW CREW (TUBAN), SLEECK (MALANG)
Continue Read for more info.
Project No.1 “Vinyl Attack !!”
Vinyl atau piringan hitam sejatinya adalah sebuah benda yang berfungsi untuk menyimpan data musik. Kehadiran vinyl membawa andil besar dalam kemajuan musik dunia. Seiring berkembangnya waktu, fungsi vinyl kini sudah tergantikan dengan compact disc dikarenakan bentuknya yang lebih kecil serta produksinya yang lebih mudah dan murah.
Atas nama merayakan kultur musik era vinyl, Gardu House mengundang teman-teman street artist baik crew maupun perorangan dari beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya dan lain-lain untuk merespon vinyl yang kami bagikan sebagai media untuk menuangkan karyanya dalam bentuk kreasi masing-masing. Kenapa vinyl ? kenapa tidak ?! dunia street art memiliki hubungan yang sangat dekat dengan dunia musik. Bahkan bisa dibilang tidak dapat dipisahkan untuk salah satu genre musik tertentu. Selain itu, kami juga percaya bahwa sebuah karya seni dapat dituangkan kedalam berbagai jenis media alternatif seperti vinyl tanpa mengurangi nilai estetis dari karya tersebut.
Karya vinyl teman-teman nantinya akan dipamerkan di Gardu House sebagai pameran bersama dan dibuka untuk umum. Pembukaan pameran project perdana dari Gardu House ini juga akan menjadi acara peresmian pembukaan Gardu House sebagai ruang seni yang terbuka untuk siapa saja yang memiliki minat terhadap dunia street art. (toxicologie)
Gardu House
Gardu House, didirikan secara kolektif oleh para street artist yang juga tergabung di Artcoholic merupakan sebuah workshop sekaligus galeri rumahan non-profite yang diperuntukan sebagai ruang alternatif bagi para street artist untuk memamerkan karya-karya mereka selain ditembok jalan. Gardu House juga sebagai wadah untuk para street artist untuk saling mengenal dan berkolaborasi dalam sebuah projek dan pameran bersama dengan semangat untuk semakin memajukan street art di Indonesia.
Selain ruang pamer, Gardu House juga menyediakan merchandise shop dimana para street artist bisa menaruh merchandise, artwork atau apapun yang berhubungan dengan street art untuk dipasarkan ke publik.
Kehadiran Gardu House diharapkan sedikit banyaknya dapat memberikan kontribusi dalam mendorong pergerakan street art kearah yang lebih baik lagi. Memberikan ruang gerak yang lebih kepada street artist serta menjadi gardu penyalur karya teman-teman street artist ke khalayak agar dapat diapresiasi dengan lebih luas lagi selayaknya fungsi Gardu secara literal.
CP: (021) 98595619 / (021) 93670048
XAP Photoshop brush.
You can upgrade your photoshop brush with this style, just download it @ deviantart free.
Extract – copy-paste at photoshop CS directory/preset/brushes.
Open your photoshop.. – load the brush from your brush property and then voila..
If you make something with this stuff, show me! ![]()
-Note : It works on CS edition or higher..
XAP – Wallpaper
Last 2006 I have developed my design, so.. I made it easily with my free source..
You can download it free at deviantart.
Jalan -jalan pagi untuk sekedar menghirup udara segar bersama Arief Budiman (karena baru saja dapet pinjeman kamera dari temannya) Ga tau kenapa setelah mblusak mblusuk jogging ga jelas sama si Arief akhirnya berakhir pula di halamn rumput depan rektorat IT Telkom dan akhirnya jadi deh narsis di situ..
Capek gaya2 seperti itu aj akhirnya iseng-iseng belajar mikro fotografi.. jelek sih tapi boleh di-upload dunk..hehehehe..
You can download directly at deviantart.
Disadur dari:
-Jorymon.com-
Nadine’s Song
Ku tatap sinar mentari
dari balik tirai kabut misteri
Yang semula takkan berhenti
menghangatkan sang pagi…
walaupun kemarau di ujung sisi
namun kemilaumu masih memberi…
Berjuta arti…
Kubelai rindu di hati
Dengan untaian nada berbunga impi
Dan puisi gelora ini
Pada relung naluri..
Walaupun mungkin tak sempat berarti..
Kendati pancar matamu menggoda diri…
…
Vina Panduwinata-Aku cinta Kau
NEDCOM 6, Get Over It (for me) !
Bandung-Parijs Van Java. Fight-oh! 2 tahun debutku dalam NEDCOM (National Electronics Design Competition) STT Telkom berakhir dengan dramatis. Setahun sebagai koordinator publikasi, dekorasi and documentasi di NEDCOM5 feat. Adham Somantrie ‘03 as Web Master. Dan kemudian di NEDCOM6 berkolaborasi dengan adik-adik sebagai Steering Committee. Cukup susah memang kalau sudah berhubungan dengan dunia seni, ego menjadi salah satu faktor utama yang membuat sulit seseorang untuk mengatakan puas dalam suatu publikasi dan dekorasi, enough is never enough. Menularkan hal-hal yang berhubungan dengan teknik rada susah, apa lagi kalo sudah menyentuh inner esthetical value.

Upgrading memang dirasa kurang bagi kepanitiaan ini, namun ada sedikit perbedaan pada tahun sebelumnya. Harapan ke depan, agar mendapat dukungan lebih dari berbagai pihak terutama dari panitia-panitia terdahulu untuk memberikan motivasi.
13 Babies
Pacitan-East Java. Hari itu (26 Agustus 2007) merupakan hari yang berbahagia bagi kami sekeluarga (keluarga Mbah Samiran red.). Betapa tidak, pada event merayakan ulang tahun nenek kami (satu-satunya) yang berusia genap 72 tahun ini, 13 bayi (cucu Mbah Samiran red.) ini bisa dengan rukun hidup bersama, ber-high five bersama dengan sang nenek tercinta.

Kesehajaan sangat dirasakan oleh kami sekeluarga – diramaikan oleh Black Forest cake of the wazoo, yellow “extrude” rice, steak La Pacitane hidden village, bounced meatball, sate, paparonz spaghetti, HandMade Bolen by Bulek Sri, slightly pieces of super duper watermelon dan absolutely segarnya Coca-ColaTM , hmm don’t let it last.
Si kecil Nadine, tidak luput dari tangan-tangan kotor saudaranya yang tiada henti mencomoti pipi tembamnya, berebut untuk membopong dia, salah dikit posisi nggendongnya.. aiihh nangis lagi dia… namun ketentraman menyelimutinya di kala nenek tercinta memeluknya. Mmm cuph3x… ^_^
Hal yang special di hari itu adalah kedatangan 3rd sister dari negeri sakura (Jepang red.), Rizuka Nichan, yang baru saja dan masih mengenyam pendidikan di Beppu, APU Retsumeikan. Tidak ada perubahan yang significant pada jati diri beliau, hanya pembicaraan lintas budaya yang membuat saudara-saudarinya tersihir, namun ada sesuatu yang membuat berbeda – nduty. Intake makanan di sana membuat evolusi dalam dirinya dan tetap terbiasa dengan makanan negerinya sendiri. There will be the beginning of Reazu Caterina (?).
Mega “Mamoru” Febri dan Desna “Koenam” Albar, there is no ending on your stuff, baby boy. Mereka berdua adalah manusia nyentrik di penghujung tahun. Berharap suatu hari Desna menjadi fotografer dan Febri jadi modelnya. Program-program tertentu telah mereka targetkan untuk meraih mimpinya… to be continued.
















SocialVibe