Pacitan-East Java. Hari itu (26 Agustus 2007) merupakan hari yang berbahagia bagi kami sekeluarga (keluarga Mbah Samiran red.). Betapa tidak, pada event merayakan ulang tahun nenek kami (satu-satunya) yang berusia genap 72 tahun ini, 13 bayi (cucu Mbah Samiran red.) ini bisa dengan rukun hidup bersama, ber-high five bersama dengan sang nenek tercinta.

Kesehajaan sangat dirasakan oleh kami sekeluarga – diramaikan oleh Black Forest cake of the wazoo, yellow “extrude” rice, steak La Pacitane hidden village, bounced meatball, sate, paparonz spaghetti, HandMade Bolen by Bulek Sri, slightly pieces of super duper watermelon dan absolutely segarnya Coca-ColaTM , hmm don’t let it last.
Si kecil Nadine, tidak luput dari tangan-tangan kotor saudaranya yang tiada henti mencomoti pipi tembamnya, berebut untuk membopong dia, salah dikit posisi nggendongnya.. aiihh nangis lagi dia… namun ketentraman menyelimutinya di kala nenek tercinta memeluknya. Mmm cuph3x… ^_^
Hal yang special di hari itu adalah kedatangan 3rd sister dari negeri sakura (Jepang red.), Rizuka Nichan, yang baru saja dan masih mengenyam pendidikan di Beppu, APU Retsumeikan. Tidak ada perubahan yang significant pada jati diri beliau, hanya pembicaraan lintas budaya yang membuat saudara-saudarinya tersihir, namun ada sesuatu yang membuat berbeda – nduty. Intake makanan di sana membuat evolusi dalam dirinya dan tetap terbiasa dengan makanan negerinya sendiri. There will be the beginning of Reazu Caterina (?).
Mega “Mamoru” Febri dan Desna “Koenam” Albar, there is no ending on your stuff, baby boy. Mereka berdua adalah manusia nyentrik di penghujung tahun. Berharap suatu hari Desna menjadi fotografer dan Febri jadi modelnya. Program-program tertentu telah mereka targetkan untuk meraih mimpinya… to be continued.